Pengendalian Emosi Demi Lancarnya Komunikasi

lazy-1458443_640.png

Pernah kan mendengar istilah orang tua sumbu pendek?  Mungkin sayalah Ibu bersumbu pendek.  Mudah sekali marah dan tersulut emosi hanya lantaran masalah sepele.  Saya bisa merasakan emosi yang bercampur aduk kala menghadapi tingkah laku anak-anak.  Sebentar  bisa menjadi ibu baik namun kemudian menjadi ibu srigala yang mengeluarkan taring dan cakar-cakarnya.

Seiring berjalannya waktu, anak tumbuh semakin besar dan tanpa sengaja saya memperhatikan sifatnya yang  mudah marah dan berbicara dengan nada suara tinggi.  Semua yang saya saksikan seolah melihat diri saya sendiri di dalam cermin.  Saya menghela napas panjang, kesadaran saya mulai tumbuh bahwa anak merupakan peniru ulung.  Maka, saya harus berubah.  Mengendalikan emosi tidak bisa dipelajari tetapi harus dilatih setiap hari.  Saya harus menjadi teladan yang baik bagi putra dan putri saya.

Inilah langkah-langkah kecil yang saya latih untuk mengendalikan emosi selama sepuluh hari kedepan dan berlanjut hingga seumur hidup saya:

  1. Tazkiatun Nafs

Jiwa yang bersih tentu akan lebih mudah mengendalikan emosi.  Saya melakukan pensucian jiwa dengan memperbanyak sholat taubat di sepertiga malam, teristimewa saat ini saya dan saudara muslim tengah berada di bulan suci Ramadhan.  Hati semakin khusyuk memohon ampun kepada Sang pemilik jiwa.  Kala hening menyelimuti diri saya semakin merasa sahdu mengadu kepada Sang Khalik memohon pertolongan dan petunjuk.  Sebagai hamba yang lemah, hanya kepada Allah lah saya mohon kekuatan dan kesabaran.  Benar saja, setelah melakukan sholat taubat, sholat hajat dan tahajut hati ini merasa lebih ringan kaena yakin akan pengampunan serta pertolongan dari Allah.  “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku adalah dekat.  Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia (benar-benar) berdoa kepada-Ku…. (QS.  Al Baqarah, 2:186)

  1. Mengisi Stok Sabar Sebanyak-banyaknya

Sabar bukanlah perkara mudah latihannya setiap hari dan tantangannya berganti-ganti.  Setidaknya hari ini, saya mulai berlatih mengisi stok sabar.  Bila emosi mulai tersulut, yang harus saya lakukan adalah tetap tersenyum dan tarik napas dalam-dalam.  Membisikkan sugesti positif dalam hati, misalnya “sabar-sabar” atau “tahan-tahan”.  Jika tidak berhasil juga, saya akan beranjak ke kamar mandi berdiam sejenak sambil menenangkan diri.  Kamar mandi saya pilih karena merupakan tempat paling pribadi.  Jika saya ke kamar tidur atau ruang tamu, anak-anak masih bisa menyusul, tetapi tidak di kamar mandi.

Hari ini, saya mendapat tantangan yang cukup menguras emosi.  Dalam perjalanan menjemput kakak sekolah, ada kecelakaan kecil.  Sebuah sepeda motor hampir menyerempet kami dan si pengendara mengeluarkan sumpah serapahnya.  Ingin rasanya, saya membalas serapahnya namun saya tersadar saya bersama si adik.  Jika saya melakukan hal-hal buruk dan dia menyaksikannya maka bukan tidak mungkin dia pun akan menirunya.  Sambil mengendarai sepeda motor saya terus menarik napas dalam-dalam dan beristighfar.  Alhamdulillah, saya berhasil mengendalikan emosi dan terhindar dari prilaku buruk yang bisa saja ditiru anak-anak.

  1. Melatih Intonasi suara

Intonasi suara dan gesture tubuh tidak pernah berbohong.  Anak-anak lebih memperhatikan gesture tubuh dan intonasi suara ketimbang apa yang saya ucapkan.  Maka berlatih berucap dengan nada lembut dan selalu menampakkan senyum mutlak harus saya latih mulai dari sekarang.

 

Tiga strategi  itulah yang mulai saya lakukan sejak hari ini, bukan karena tantangan game dari kelas Bunda Sayang IIP namun dilandasi kesadaran penuh dari hati yang paling dalam.  Semoga langkah-langkah kecil ini mendapat kemudahan dan kelancaran dari Allah agar saya menjadi pribadi yang lebih baik.  Terutama sebagai ibu saya harus menjadi teladan yang pertama dan utama bagi anak-anak.  Semoga saya suatu saat nanti bisa mengatakan bye-bye ibu sumbu pendek.

Surabaya, 7 Ramadhan 1438 H

#level1

#day1 (ubah menurut hari setoran)

#tantangan10 hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s