Jurnal Syukur dan Sabar

 

Ide tentang jurnal syukur dan sabar, saya peroleh ketika ngobrol santai bersama Mba Farda kala acara bedah buku Jibaku Post Power Syndrome Full Time Mom.  Alasan penting untuk membuat jurnal ini agar kita selalu berada dalam kondisi bersyukur dan pantang mengeluh.  Apapun yang terjadi pada diri kita sesungguhnya merupakan rancangan dari Allah agar kita bisa naik kelas ke level yang lebih tinggi.  Sebaiknya jurnal syukur dan sabar dibuat saat malam hari menjelang tidur.  Menata lagi kepingan puzzle kejadian yang terjadi sehari penuh, lalu mensyukuri serta mengevaluasinya akan membuat tidur kita lelap.  Rasanya dada ini buncah oleh rasa syukur atas semua nikmat Ilahi yang tak pernah berhenti.  Maka keesokan harinya, ketika kita bangun akan menyunggingkan senyum penuh kebahagian dan siap menghadapi rutinitas harian.

Setelah konsisten membuat jurnal syukur dan sabar, saya merasa lebih rileks dan optimis menghadapi segala tantangan mendidik putra-putri saya.  Yah… jurnal ini pun membantu saya untuk mampu mengendalikan emosi.  Memang tidak mudah menghadapi segala tingkah laku anak-anak namun, doa dan segala ikhtiar patut diperjuangkan.  Gambar dibawah ini, hanyalah secuplik contoh jurnal syukur dan sabar yang pernah saya buat.

jurnal syukur

Saya akan senantiasa membasahi lisan ini dengan doa berharap Allah memberi kemudahan dan turut campur dalam proses pendidikan putra-putri saya.

Doa bunda teruntuk putra-putri

Jika hari ini, engkau telat ke masjid.  Semoga esok engkau selalu berada di shaf terdepan.

Jika hari ini engkau masih berebut makanan dengan adikmu, semoga esok engkau selalu berbagi dengan dhuafa dan para fakir miskin.

Jika hari ini engkau selalu bertengkar dengan saudaramu, semoga esok engkau menjadi pelindung mereka.

Jika hari ini engkau menghabiskan waktumu untuk bermain, semoga esok engkau mengisi waktumu untuk beribadah….

Dan, jika hari ini bunda selalu cerewet doakan bunda semoga esok bunda lebih sabar menghadapi polah tingkah kalian.

Hari ini dan esok bunda selalu dan akan terus berdoa untukmu- anakku.

Surabaya, 11 Ramadhan 1438

#level1

#day5

#tantangan10 hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s