Tunjukkan Nama Bintang Padaku, Bun

solar-system-566537_640.jpg

Purnama nyaris penuh menerangi angkasa tatkala kami berangkat ke masjid untuk menunaikan sholat Isya dan tarawih berjamaah.  “Bulannya besar ya, Bun” ujar Raisa.  “Ya, besok lebih besar lagi,” sahut saya.  “Lihat ada banyak bintag, Bun.  Yang paling terang itu namanya bintang apa?”  Saya mendongak melihat bintang yang ditunjuk tangan mungil Raisa.  Belum juga, saya berhasil menemukan jawabannya, Raisa sudah mulai menunjuk bintang yang ada di langit utara “Itu kelihatan besar, namanya bintang apa? Eh..eh Bun, kok bulannya ngikutin kita, ya? Kenapa sih ada bulan purnama tapi ada juga bulan sabit?” Raisa terus bereloteh menanyakan segala hal tentang bulan dan bintang.

Terang saja, emaknya ini yang kurang pengetahuan tentang benda-benda langit hanya diam seribu bahasa.  Andai saja Raisa bertanya tentang bakteri, sel dan virus Insya Allah saya bisa menjelaskan sejelas-jelasnya.  Lha ini yang ditanyakan tentang nama bintang.  Emak bingung, harus jawab apa.  Satu-satunya nama bintang yang saya ketahui Cuma “Sun” alias matahari.

“Setelah sholat, nanti kita cari tahu ya, nama-nama bintang yang menghiasi langit,” ucap saya diplomatis.  Bukan karena tak ingin kehilangan muka di depan Raisa namun, saya tak ingin rasa penasaran Raisa redup apalagi sampai membunuh keinginantahuannya.

Meskipun beberapa kali Raisa tampak menguap dan matanya pun sudah redup tanda mengantuk.  Gadis kecil itu tetap semangat ingin mengetahui nama-nama benda ruang angkasa.  “Ayo, Bun tunjukkan nama-nama bintang yang di langit,” desaknya diliputi rasa ingin tahu.  Repotnya di rumah tidak ada buku tentang astronomi.  Akhirnya, saya membangunkan laptop yang sejak sore sudah tidur, menyalakan wifi dan meluncur ke situs You tube.  Banyak sekali video tentang benda-benda langit yang dikemas dengan apik.

Kami melihat video tentang Solar Syistem, menyaksikan planet-planet yang sedang mengitari matahari.  “Itu Bumi yang warnanya biru, kalo yang ada cincinnya Saturnus dan itu Mars, planet merah,” jelas Raisa antusias.  “Siapa yang menciptakan planet, dik?” Tanya saya tiba-tiba.  Raisa menoleh dan menatap saya, “Ya Allah lah, Bun,” jawabnya mantap.  “Allah keren ya, bisa menciptakan planet bermacam-macam,” sahut saya.  “Iya Allah hebat,” lirih Raisa menyahut.  Mata Raisa berbinar penuh pesona.  Sesekali dia berdecak kagum sembari mengucapkan “Masya Allah.”

Berlanjut ke video berikutnya, kami menyaksikan bintang-bintang yang melayang di semesta.  Satu persatu ditunjukkan nama bintang dari yang paling kecil hingga bintang terbesar.  Matahari, Sirius, Pollux, Arturus, Aldebaran, Antares dan masih banyak bintang lainnya.  “Wow… lihat, Bun semuanya tampak indah dan terang.  Allah benar-benar hebat,” seru Raisa.  Diam-diam saya pun menikmati video tentang antariksa, sungguh besar kekuasaan Allah.  “Raisa mau jadi astronot?” Tanya saya memancing saat ada diperlihatkan seorang astronot yang melayang-layang di ruang hampa tersebut.  Raisa menggeleng kuat, “Enggak, aku mau jadi pilot,” jawabnya singkat.  “Kenapa?” cecar saya.  “Karena aku mau antar Ayah dan Bunda kemanapun pergi.  Ke Mekkah juga boleh.” Kata-kata Raisa diucapkan datar sambil tersenyum manis.  Namun, jauh di relung hati saya ada rasa syukur yang membuncah.  Terus… terus lah belajar, Nak dan terus kenali ciptaan Allah.  Sesaat kemudian, Raisa sudah terlelap mungkin dia sedang bermimpi tentang bulan dan bintang.  Namun, ketahuilah Nak, engkaulah bintang buat Ayah dan Bunda.

Surabaya, 13 Ramadan 1438 H

#level1

#day7

#tantangan10 hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s