Belajar Sabar dari Lelaki Bertopi Kuning

curious george.jpg

Pagi tadi saya menemani Raisa nonton kartun kesukaanya “Curious George” kisah seekor monyet kecil yang penuh dengan rasa ingin tahu. George selalu terlibat masalah akibat rasa penasarannya namun dengan intuisi monyet dia selalu dapat menyelesaikan masalahnya.

Kali ini George membuat dapur berantakan karena ingin membuat jus buah denga rasa yang istimewa.  Uniknya George membuat catatan untuk resep barunya lengkap dengan jenis buah yang digunakan  dan jumlahnya.  Sampai akhirnya George benar-benar menemukan jus buah yang rasanya istimewa.  Perpaduan berbagai jenis buah dengan menambah sedikit buah lobak maka terciptalah jus dengan rasa yang eksotik.  Tentu saja George merayakannya bersama lelaki bertopi kuning.

Ada beberapa catatan penting saat saya nonton kartun yang satu ini.  Menurut saya lelaki bertopi kuning adalah laki-laki yang paling sabar.  Betapa tidak, dia tidak pernah marah atau menghardik George yang notabene seekor monyet.  Ya… monyet yang selalu membuat apartemennya berantakan dan kotor. (He…he… gak kebayang kalau saya sih sudah pasti uring-uringan.)  Lelaki bertopi kuning sangat manusiawi memperlakukan George. Tampaknya saya harus belajar tentang kesabaran dengan lelaki bertopi kuning.

Satu hal lagi yang menjadi perhatian saya, yaitu cara lelaki bertopi kuning berkomunikasi dengan George.  Walau keduanya memiliki bahasa yang berbeda namun, lelaki bertopi kuning selalu berusaha untuk mengerti dan memahami apa yang diinginkan George.  Lelaki bertopi kuning pun mampu menjadi pendengar yang baik tidak terburu-buru menilai segala sesuatu yang dikerjakan George.  Lelaki itu, sangat menghargai proses belajar George tidak peduli seberapa berantakan rumahnya akibat ulah George.

Sangat berbeda dengan saya, seorang ibu yang selalu terburu-buru dan mudah panik serta cepat naik darah.  Saya sadar perlu effort maksimal agar bisa berubah.  Tidak mudah memang, tetapi saya yakin ada Allah tempat saya memohon pertolongan.  Bukankah Allah Allah SWT telah berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” [Ar-Ra’d/13:11].

Banyak hikmah yang saya peroleh dari tontonan kartun kesenangan putri saya.  Mungkin inilah cara Allah mengajari saya dengan memberi hikmah dari sebuah tontonan sederhana yang kaya makna.

Sementara, George seperti halnya anak-anak yang memiliki rasa ingin tahu yang besar, senang bereksplorasi, dan bereksperimen.     Namun, George beruntung karena memiliki ruang yang cukup  untuk melakukan banyak hal yang bisa menjawab rasa penasaran.  Tidak semua anak bisa bereksplorasi dan melakukan eksperimen untuk memuaskan rasa ingin tahunya.  Bisa jadi karena lingkungan yang tidak mendukung dan peran orang tua yang kurang memberi kebebasan kepada anak-anaknya.

Semoga saja saya mampu sabar dan penuh apresiasi seperti lelaki bertopi kuning sehingga anak-anak saya mampu menjawab semua rasa ingin tahunya dengan bereksplorasi dan bereksperimen.  Anak-anak tumbuh menjadi sosok yang mandiri, ceria dan kreatif serta bertanggung jawab.  Ya… semoga.

Surabaya, 15 Ramadan 1438

#level1

#day8

#tantangan10 hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip

Sumber gambar: Google

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s