Melatih Kemandirian

“Bun, kaos kakiku dimana?”

“Terus dasiku juga nggak ada.”

“Bun, Aku mau teh”

“Bunda, kunci mobil ditaruh dimana, ya”

Penggalan drama pagi hari di rumah saya.  Pernah enggak, Bunda mengalaminya? Hehe… memang Bunda tuh keren banget, ya.  Hampir semua anggota keluarga mengandalkan Bunda.  Tetapi kalau dipikir lagi, benarkah role-nya harus seperti itu.  Bukankah jika Bunda mampu membuat sebuah tim solid yang tangguh dengan melatih kemandirian setiap anggota keluarga maka beban Bunda sedikit diminimalisir.

Melatih kemandirian anak mulai dari hal sepele hingga pekerjaan yang membutuhkan tanggung jawab besar, mau tidak mau harus dimulai sejak dini.  Tentunya disesuaikan dengan usia anak.  Membiasakan anak memenuhi kebutuhannya sendiri juga berkaitan dengan kemampuan sosial mereka nantinya dan rasa percaya diri.

Saat ini putri saya berumur 5 tahun dan sudah memasuki usia sekolah.  Poin-poin kemandirian yang akan saya latih untuknya ada di tabel berikut:

No Poin Kemandirian yang Ingin Dilatih Keterangan
1. Bangun Tidur sendiri
2. Membereskan Tempat Tidur sendiri
3. Menyiapkan Perlengkapan sekolah sendiri

a.      Menyiapkan bekal sekolah sendiri

b.     Menyiapkan tas sekolah sendiri

c.      Menyiapkan dan memakai seragam sekolah sesuai peraturan sekolah

4. Membantu pekerjaan rumah sederhana

a.     Mencuci piring dan gelas yang habis dipakai

b.     Menyiram tanaman

c.      Melipat pakaiannya sendiri

d.     Membersihkan kaca jendela

e.     Menyapu lantai

5. Mengunci dan membuka kunci pintu rumah sendiri
6. Membuat susu sendiri

 

Tentu tidak semua poin tersebut dilatih secara bersamaan namun setahap demi setahap.  Maklumlah saya bukan malaikat dan anak saya juga bukanlah anak malaikat he…he…  Tahap awal saya akan melatihnya bangun tidur sendiri dan membereskan tempat tidurnya.  Sebenarnya sih, Raisa sudah bisa bangun tidur sendiri tetapi bangunnya di atas jam 6 pagi.  Jadi yang ingin saya latih ya, bangun tidur di waktu subuh tanpa dibangunkan.

Proses pelatihan bangun tidur sendiri diawali dengan sounding.  Sedari kecil Raisa sudah sering saya bacakan buku tentang manfaat bangun shubuh serta keberkahan yang diperoleh kala shubuh.  Kisah-kisah dalam buku ‘Pejuang shubuh’ sudah berulang kali dibacakan.  Sehingga Raisa memiliki motivasi untuk bangun shubuh dan sholat shubuh berjamaah.  Namun, bangun diwaktu shubuh bukanlah perkara mudah seringkali motivasinya up and down.  Yah… butuh kesabaran dan istiqomah untuk melatih poin ini.  Sekalipun Raisa mau bangun shubuh namun masih harus dibangunkan belum bisa bangun sendir.  Saya sudah mengajarinya untuk menyetel alarm namun suara Bunda lebih berkesan dan mampu membuatnya bangun.

Namun, saya cukup bersyukur karena Raisa sudah punya inisiatif untuk membereskan tempat tidur , membuka tirai dan jendela kamar walaupun belum rutin setiap hari.  Untuk poin membereskan tempat tdiur, Raisa hanya butuh penguatan sehingga tanpa disuruh dia akan membereskan tempat tidur dan kamarnya.  Apresiasi terhadap semua yang dikerjakan akan membuatnya makin percaya diri bahwa Raisa mampu mengerjakannya.  Berdasarkan pengalaman saya selama ini, mengatur tempat tidur dengan sprei kesukaan Raisa akan membuatnya merasa nyaman.  Selain itu, dia juga merasa memiliki sehingga akan merawat dan membereskan kamarnya dengan senang hati.

IMG_20170713_082436.jpg

#Level2

#BunsayIIP

#MelatihKemandirian

#Tantangan10hari

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s