Aku Bisa Membereskan Tempat Tidur Sendiri

bed-2053556_640.jpg

Usai sholat shubuh dan murojaah juz 30,  Raisa membereskan sprei tempat tidur.  Tangan mungilnya menarik ujung-ujung sprei agar rapi.  Kemudian menyusun bantal dan guling.  Pantang menyerah, Raisa juga berusaha melipat selimut yang jauh lebih besar dari tubuhnya.  Apa yang dilakukannya memang jauh dari sempurna namun bukan hasil yang menjadi prioritas.

Proses yang dilakoninya selama ini, menunjukkan kemampuan Raisa membereskan tempat tidurnya semakin baik.  Awalnya, Raisa acuh tak acuh dengan kondisi tempat tidurnya yang berantakan.  Tetapi setelah melihat Bunda setiap hari membereskan tempat tidurnya muncullah rasa ingin tahunya.  Raisa mulai bertanya mengapa tempat tidur harus dibereskan, mengapa sprei dan sarung bantal guling harus diganti secara rutin.  Raisa juga mulai mencoba-coba membantu membereskan tempat tidurnya.  Hingga akhirnya dia memiliki inisiatif sendiri untuk membereskan tempat tidur.  Dia juga dengan bangga akan menunjukkan hasil kerjanya kepada ayah.  Jelas terlihat Raisa sangat percaya diri dengan kemampuan barunya.

Saya sendiri mulai berpikir apakah kemandiriannya membereskan tempat tidur sudah tuntas, sama seperti dengan kemandirian makan, mandi, berpakaian, meletakkan barang pada tempatnya dan membuang sampah.  Ah… tidak saya enggak boleh terburu-buru mengambil keputusan.  Ada baiknya saya terus mengamati dan fokus dulu pada poin kemandirian membereskan tempat tidur untuk Raisa.

Sedangkan, poin kemandirian bangun sendiri hingga hari ini masih belum mampu dilakukan Raisa.  Adzan shubuh telah berkumandang keras terdengar.  Suara alarm jam weker juga bersahutan.  Namun, gadis mungil itu masih terlelap memeluk guling.  Tidak ada tanda-tanda Raisa membuka matanya.  Padahal malam sebelum tidur sudah saya sounding, bahwa Raisa mampu bangun sendiri di waktu shubuh.  Saya jadi bertanya-tanya dalam hati, apakah saya terlalu cepat melatih kemandirian bangun sendiri tepat waktu.  Hm… mungkin saya harus mengevaluasinya lagi.

Setidaknya hari ini saya cukup terhibur, karena tadi pagi sehabis sarapan Raisa bergegas ke dapur bukan hanya meletakkan piring kotornya tetapi langsung mencuci sendiri.  Abaikan hasilnya.  Melihatnya memiliki kemauan untuk mencuci piring bekas makannya sudah cukup membuat saya memulai untuk melatih kemandiriannya yang satu ini.  Satu hal yang selalu saya tekankan bahwa membersamai anak haruslah rileks dan optimis.  Megikuti perkembangan mereka setahap demi setahap sesuai firahnya sungguh membuat saya sangat bahagia.

#Level2

#KelasBunSayIIP

#MelatihKemandirian

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s