Melatih Kemandirian Day 10

Tantangan melatih kemandirian sudah memasuki hari ke 10, rasanya justru Bunda yang mengalami banyak kendala karena tidak bisa membuat laporan setiap hari.  Sementara Raisa so far sangat menikmati tanggung jawabnya yang baru diembannya.  Motivasi dalam dirinya sangat tinggi untuk bisa mengerjakan tantangan kemandirian yang Bunda berikan. Namun, seperti halnya anak-anak usia 5 tahun, Raisa terkadang masih harus dingatkan dan distimulasi lagi.

Seperti halnya hari ini, Raisa dan saya akan mengikuti kelas Offline IIP Surabaya Raya tentang Jarimatika yang akan disampaikan oleh Bunda Ratih.  Sejak malam sebelumnya, saya sudah memberitahu Raisa jika hari Kamis, Raisa ijin tidak masuk sekolah.  Sebagai gantinya Raisa akan belajar bersama Bunda.  Dia tampak sangat antusias sehingga banyak sekali pertanyaan yang diajukannya.  Misalnya, “tempatnya jauh, nggak?” dan “Nanti disana ada siapa aja temanku?” serta masih banyak rentetan pertanyaan lainnya hingga dia kelelahan dan tertidur.

Sejak malam hujan mengguyur Surabaya bahkan belum juga reda menjelang pagi.  Namun, hawa dingin tidak menyurutkan langkah kami menuju tempat belajar jarimatika yang tidak terlalu jauh dijangkau.  Saya sudah memberitahu gadis kecil itu kalau dia diperbolehkan membawa mainan dan bekal makanan.  Alih-alih menyiapkan kebutuhannya, Raisa malah asik menggambar walaupun waktu sudah menunjukkan pukul 6.30.  Padahal kami harus berangkat sebelum pukul 08.00 wib ketika acara dimulai.

Penyakit lama saya kambuh lagi, yaitu melakukan interupsi dan mulai memberi komando.  “Dik ayo mandi udah siang, nih!”  perintah pertama.  Raisa tetap asik dengan kertas dan spidolnya.  Gemes bin greget tiba-tiba nyelonong masuk ke beranda hati. Huah… tarik napas.  Sabar… Sabar hayuk ah kembali waras.  Alhamdulillah otak saya masih bekerja nomal.  Tarik-ulur dengan Raisa hingga akhirnya dia mau beranjak ke kamar mandi.  Bukan sekedar mandi tapi diselingi bermain air dan sabun sementara waktu terus berjalan maju.

“Sudahlah kalau memang terpaksa terlambat tidak apa-apa, setidaknya saya sudah berusaha untuk dating tepat waktu.”  Begitu pikir saya.  Maka, saya membiarkan Raisa menikamati acara mandinya. Selesai mandi apa semua akan berjalan lancar? Tidak, saudara!  Raisa berdiri bengong di depan almari pakaiannya.  “Aku pakai baju apa, Bun?” Tanya Raisa setelah beberapa menit berlalu.  Saya menarik napas panjang lagi, sabar… Sabar.  “Adik pakai baju apa aja boleh asal menutup aurat,” jawab saya singkat.  Raisa mengambil baju merahnya, “Yang ini boleh?” tanyanya lagi dan langsung saya sahut dengan anggukan kepala.  Dalam hati sih saya kepingin mengambil baju itu lalu memakaikannya, menyisir rambutnya dan memakaikan jilbab.  Lalu cus berangkat.  Namun, saya harus menahan semua keinginan itu.  Termasuk menyiapkan bekalnya.  Sedikit gusar saya menunggu Raisa memilih mainan yang akan dibawanya, mengambil susu kotak, memasukkan kue-kue ke kotak makan dan memasukkan semuanya ke dalam tas.

Bener deh di tantangan melatih kemandirian, saya hampir gagal karena berkali-kali ingin melakukan interupsi dan mengambil alih semua tanggung jawab Raisa.  Saat melatih kemandirian anak, ibu dan orang dewasa disekitarnya harus tega membiarkan anak melakukan tanggung jawabnya sendiri.  Rasanya konsep inilah yang harus saya pegang teguh agar latihan kemandirian anak bisa sukses.  Yah, bagaimana anak akan mandiri jika orang tua selalu ikut campur.  Saya merasakan sulit sekali menahan keinginan untuk menolong ketika terburu-buru karena waktu yang kian sempit atau saat anak mengalami kesulitan.  Walaupun, banyak hal yang dapat dipelajari seorang anak ketika menghadapi hambatan atau mengalami kegagalan.  Sebagai orang tua hendaknya memang harus bijak menempatkan diri kapan menjadi motivator , menjadi penonton atau menjadi penolong.  Semoga Allah memberi kemudahan dan kelancaran sehingga saya tetap istiqomah melatih kemandirian pada diri Raisa.

 

#Gamelevel2

#Day10

#MelatihKemandirian

#KelasBunsayIIP

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s