Insomnia

bed-2053556_640

Sudah setahun terakhir Sinta menderita insomnia, sekalipun lelah dan penat dia tak bisa memejamkan mata.  Seringnya menjelang sepertiga malam barulah dia tertidur lelap.  Repotnya pasti susah bangun pagi.  Terlambat kuliah sudah biasa dia lakoni.  Tapi, tidak untuk esok hari.  Sinta harus bangun lebih cepat karena ada ujian jam 7 pagi.  “Tidak boleh terlambat,” ucapnya lirih.

Jam weker dan alarm di gadgetnya sudah diset berdering pukul 5.  Walau dia sendiri tidak yakin akan membantu membangunkannya.  Sehingga, Sinta juga menulis pesan di secarik kertas buat Vina teman kostnya.  Tolong bangunin jam 5, ya Vin.  Makasih sis.  Kertas itu diletakkan di meja rias Vina.

Matahari menyemburat masuk melalui kisi-kisi jendela menerpa wajah Sinta.  Dia tergeragap dan segera melihat jam dinding.  Wajahnya pias karena dia terlambat bangun.  Sambil menggerutu Sinta masuk kamar Vina namun, gadis cantik itu sudah berangkat ke kampus.  Mata Sinta terbelalak kala membaca pesan Vina yang ditulis tepat di bawah coretannya.  Sin, bangun sudah shubuh.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s