Blog

Semua Anak Adalah Bintang Day 10

Screenshot (110).png

Walaupun tidak rutin, keluarga kecil kami kerap melakukan perjalanan mengunjungi tempat tertentu untuk senantiasa mentadaburi ciptaan Allah.  Melakukan perjalanan bersama sangat efektif untuk menguatkan keutuhan keluarga.  Selama perjalanan ada banyak hal yang dapat kami bicarakan bersama sehingga ikatan batin di antara anggota keluarga semakin kuat.  Selain itu, kegiatan ini juga dapat meningkatkan kasih sayang antar sesama anggota keluarga.

Kedua bintang keluarga saya, selalu heboh bila diajak diskusi tentang rencana tadabur alam. .   Penuh antusias mereka akan mengajukan ide beberapa tempat yang asyik untuk dikunjungi.  Jangan dibayangkan rapat keluarga kami akan berjalan mulus tetapi penuh keriuhan.  Kakak dan adik itu terkadang saling beradu argumen bahkan kadang diakhiri dengan saling mengejek.  Prilaku yang terakhir memang tidak baik hanya saja selama masih batas kesopanan saya dan suami membiarkan saja.

Kemandirian anak menjadi prioritas kami, sehingga kami selaku orang tua membebaskan mereka untuk menyiapkan perlengkapan dan perbekalan selama dalam perjalanan.  Memang sih, kadang-kadang ada beberapa barang penting yang harus dibawa ternyata tertinggal.  Misalnya, saat pergi berenang mereka lupa membawa kantong plastik untuk wadah baju basah dll.  Namun, setiap kunjungan ke tempat baru, maka kami selalu mendapat banyak pelajaran yang patut kami syukuri.  Semoga berbagai kegiatan yang kami lakukan bersama mampu membuat pancaran cahaya kedua bintang keluarga kami makin berkilau.  Tetaplah menjadi bintang yang selalu berpijar, nak.

#Tantangan10Hari

#Day10

#KuliahBunsayIIP

#BintangKeluarga

#Semuaanakadalahbintang

Advertisements

Semua Anak Adalah Bintang Day 9

Putri mungilku bergegas ke kamar mandi melakukan ritual pagi membersihkan seluruh tubuh serta tak lupa mencuci rambut pendek sebahunya.  Sejak bangun tadi, dia tampak sangat bersemangat, katanya sudah tak sabar ingin mengikuti cooking class yang diadakan kidzone.  Bukan sekedar kegiatannya yang dinanti tetapi juga antusias menunggu saat-saat bertemu dengan teman-teman lama yang sudah lama tak bersua.

Kegiatan cooking class dilakukan di Transmart lantai 2 tepatnya di area foodcourt dan bahan makanan segar seperti sayur mayur, ikan dan daging.  Jangan membayangkan bahwa anak-anak akan memasak sesuatu menggunakan kompor.  Cooking class yang diadakan untuk balita ini sekedar mengajari anak untuk menghias donat dengan aneka toping.  Tujuan kegiatannya melatih imajinasi, motorik halus serta koordinasi tangan dan mata.

Sebelum acara menghias donat dimulai, anak-anak dipandu untuk megikuti kegiatan fun game yaitu mencari harta karun berdasarkan petunjuk yang sudah disiapkan kakak-kakak pembimbing.  Harta karunnya semua ada di lokasi belanja misalnya brokoli, jeruk, minuman kemasan atau camilan ringan.  Para balita itu terlihat sangat gembira ketika ampu menjawab teka-teki yang diberikan dan menemukan barang yang dimaksud.  Setelah semua harta karun terkumpul mereka juga diminta untuk menghitung total uang yang harus dibayarkan ke kasir.  Maka jadilah fun game ini menjadi salah cara untuk mengajarkan anak mengenal uang dan mengatur cara membelajakan uang.  Bukan sekedar bermain, mereka juga belajar dan bersenang-senang.

dini cooking class

Anak-anak itu seolah mempunyai energi ekstra yang tak pernah habis, walaupun sudah berlari mengelilingi area belanja nampaknya mereka belum terlihat lelah.  Celoteh riang mereka dengan wajah sumringah menjadi saksi bahwa mereka sangat menyukai kegiatan yang telah mereka lalui.  Kini tiba saatnya menghias donat.  Masing-masing anak mendapat dua buah donat yang bebas dihias dengan toping apa saja yang telah disediakan.  Toping yang disediakan kakak pembimbing antara lain, krim mentega, meisis, keju, kacang dan gula halus.  Anak-anak bebas berkreasi sesuai dengan imajinasi mereka.  Puas menghias donat kini saatnya makan bersama. Yeay…. Yummy.

Anak-anak memang paling tahu bagaimana megekspresikan kegembiraan mereka.  Sudah menjadi kewajiban orang tua berperan sebagai fasilitator untuk menyediakan berbagai kegiatan yang menstimulasi fitrah kecerdasan mereka sesuai dengan bakat yang sudah mereka bawa sejak lahir mereka.  Karena semua anak adalah bintang.

#Tantangan10hari

#Day9

#Gamelevel7

#KuliahBunsayIIP

#SemuaAnakAdalahBintang

#BintangKeluarga

Semua Anak Adalah Bintang Day 8

Apa yang terpikir dalam benak bunda kala sang putra pulang membawa piala?  Wah, pasti ada rasa bangga dan haru menyeruak dalam kalbu.  Yah itulah yang saya rasakan kemarin ketika si sulung pulang membawa piala juara 1 futsal di ajang pertandingan antar sekolah.  Wajahnya tersenyum puas dan bangga seolah ingin berkata ini lho bun, putramu bisa berprestasi dan mampu mengharumkan nama sekolah.  Tak tampak letih di raut mukanya walau bersimbah keringat dan debu menempel di sekujur tubuhnya.

cup-1010909_640

Sebenarnya piala bukanlah tujuan utama bagi keluarga kami.  Memiliki anak yang mampu memilih dan menekuni kegiatan positif yang disukainya sudah sangat berarti bagi saya.  Hobi yang ditekuni akan memberikan banyak pelajaran penting bagi anak-anak yang bermanfaat untuk masa depan mereka nanti.  Saat memilih suatu kegiatannya yang digemari mereka sedang belajar menemukan bakat yang sudah di instal dalam diri mereka sejak lahir.

Selamat nak, kini kau sudah menemukan bakat pada dirimu dan menorehkan prestasi dalam kehidupanmu.  Pulang membawa piala atau tidak kau tetaplah bintang bagi ayah dan bunda.

Semua Anak Adalah Bintang Day 7

Kebun buah naga itu tidaklah terlalu besar kurang lebih terdapat 300 pohon buah naga.  Batangnya yang berduri menjulur bertopang pada pokok kayu yang sudah mati.  Kuncup-kuncup buah naga kecil berwarna kehijauan tampak menyembul di antara batangnya.  “Buahyang sudah matang  tinggal sedikit karena habis panen minggu lalu,” jelas Tante Luan si empunya kebun.  Raisa tidak peduli dengan penjelasan tante, baginya berkunjung ke kebun buah naga sudah sangat menyenangkan.  Mungkin dia merasa aneh pohon serupa kaktus itu memiliki buah yang sangat lezat.

Setelah berkeliling kami bisa menemukan buah naga yang tua dan siap petik.  Ternyata hasilnya lumayan lho, mungkin ada dalam kisaran lima kilogram.  Raisa belajar memilih buah naga yang sudah tua dan cara memetiknya walaupun agak takut tertususk duri batang pohon buah naga tetapi dia sangat senang.

Screenshot (109).png

Perjalanan kami ke kebun buah naga memang menjadi kunjungan perdana bagi Raisa.  Dia sangat antusias berkeling dan memperhatikan pohon naga.  Tak perlu menunggu lama, kami pun menyatap buah naga merah yang jussy dan yummy.  Manis dan segar.  Saking senangnya berkunjung ke kebun Raisa punya keinginan suatu saat akan memiliki kebun buah naga sendiri.  Semoga semua keinginan dan cita-citamu bisa terwujud.  Aamiin.

#Tantangan10hari

#Day7

#GameLevel7

#KuliahBunsayIIP

#SemuaanakadalahBintang

Semua Anak Adalah Bintang Day 6

Raisa dan Fikri usianya terpaut cukup jauh kurang lebih 9 tahun. Raisa si adik baru genap 4 tahun bulan Februari nanti sementara Fikri sang kakak beranjak 13 tahun. Awalnya saya pikir jarak usia yang jauh bisa membuat kakak mampu mengasuh adik dengan baik. Nyatanya tidak demikian, setiap hari bahkan setiap waktu selalu saja ada pertengkaran dan sudah pasti diikuti tangisan Raisa.
Sesungguhnya pertengkaran antara kakak dan adik adalah hal yang lumrah dan rasanya hampir terjadi di semua rumah yang memiliki anak lebih dari satu. Pertengkaran antar saudara merupakan tantangan tersendiri bagi orang tua untuk mengasah kemampuan mendidik anak, sedangkan bagi anak juga bisa menjadi ajang pembelajaran sosial untuk menghadapi konflik.
Dalam tulisan saya kali ini, saya mencoba untuk merangkum dari berbagai sumber cara efektif mengatasi pertengkaran antara kakak dan adik, bukan untuk mengajari atau menggurui namun lebih untuk introspeksi diri saya pribadi.
1.  Hindari ikut campur
Jika kebetulan anda sebagai orang tua berada dalam satu ruangan dengan anak-anak yang sedang bertengkar, sebaiknya tinggalkan ruang tersebut. Selanjutnya amati mereka dari jauh. Bila tidak ada tindakan anak- anak yang membahayakan maka biarkan mereka menyelesaikan masalahnya sendiri. Dengan demikian anak- anak akan belajar mencari solusi permasalahan sendiri.
Orang tua yang selalu ikut campur saat anak sedang bertengkar apalagi selalu menyalahkan salah satu anak dan membela yang lain justru akan menjadi pemicu pertengkaran berikutnya.
Sebagai orangtua juga harus bijak dan adil dalam menengahi pertengkaran. Seringkali orangtua menyalahkan kakak dan membela adik.

  1. Ajarkan anak untuk meminta maaf
    Setelah kondisi tenang ajaklah kedua anak yang bertengkar bicara dengan baik. Mintalah keduanya untuk menceritakan apa sebenarnya yang terjadi dan apa yang menjadi penyebab pertengkaran. Diskusikan bersama bagaimana cara mengatasi permasalahan yang menjadi pemicu pertengkaran. Setelah itu hendaknya kakak dan adik saling minta maaf dan berpelukan serta berjanji tidak akan bertengkar lagi.
  2. Menyelami perasaan anak-anak
    Orangtua harus pandai memahami perasaan anak. Seorang anak yang beranjak remaja lebih sensitif terhadap sesuatu, gampang emosi dan ingin diakui keberadaan.  Anak balita cenderung manja, ingin selalu diperhatikan dan egosentris.  Nach, orangtua yang mampu memahami perasaan anak biasanya mampu membagi perhatian yang baik antara kakak dan adik sehingga tidak ada kecemburuan yang dapat menimbulkan pertengkaran.
  3. Buat aturan yang tegas
    Anak sebaiknya dilibatkan dalam membuat aturan di rumah, misalnya berapa waktu si kakak menonton tv dan kapan adik boleh nonton tv ( anak-anak saya selalu bertengkar karena berebut nonton tv he..). Selanjutnya tentukan konsekuensi yang diberikan jika anak- anak bertengkar.
    Mereka juga harus paham bahwa saling menyanyangi adalah mutlak antar saudara dan pertengkaran adalah hal yang buruk.

Saat ini saya sedang mencoba tips-tips diatas untuk mengatasi pertengkaran antara Raisa dan Fikri. Rasanya deg-degkan juga menunggu apakah tips diatas berjalan efektif sesuai harapan atau tidak.
Semoga saja kepala yang selalu berdenyut-denyut akibat pertengkaran mereka bisa berkurang atau bahkan hilang sama sekali di hari esok dan seterusnya.  Sekalipun kalian sering bertengkar namun, kalian adalah bintang yang selalu bercahaya bagi bunda dan ayah.

#Tantangan10hari

#Day6

#KuliahBunsayIIP

#Semuaanakadalahbintang

Semua Anak Adalah Bintang Day 5

Akhir-akhir cuaca di Surabaya tidak menentu, terkadang seharian mendung lalu malamnya hujan deras.  Namun, keesokannya matahari bisa saja memancarkan sinarnya dengan terik.  Perubahan cuaca ini menyebabkan anak-anak rentan terserang berbagai penyakit misalnya, flu, diare dan penyakit lainnya.  Tak terkecuali putri bungsu saya.  Semalam Raisa mengeluh perutnya sakit dan muntah-muntah, mungkin sudah lima kali dia muntah.  Saya sudah berusaha memberi Raisa setengah gelas air putih ditambah satu sendok makan madu sebagai pengganti cairan yang keluar.  Tetapi baru minum beberapa teguk saja sudah kembali muntah. Hati ini rasanya miris sekali melihat kondisinya yang lemah.

Bakda salat subuh saya membawa Raisa ke IGD RS Haji yang terdekat dari rumah.  Ketika dokter jaga memeriksanya, beliau langsung memutuskan agar Raisa rawat inap dan diinfus karena sudah mulai dehidrasi.  Duh, mendengar kata infus saya langsung bergidik.  Pasalnya Raisa belum pernah diinfus, beberapa kali disuntik hanya saat imunisasi.  Berbagai pikiran buruk menghampiri, akankah Raisa  meronta dan menangis menjerit-jerit ketika dipasang jarum infus?  Saya segera menepisnya dan bermunajat semoga Allah memudahkan segalanya dan semoga Raisa tabah menghadapi.

Setelah saya menebus cairan infus dan peralatannya di apotek dan memesan kamar perawatan, para perawat segera bergegas bersiap memasang jarum infus.  Saya berusaha untuk tenang dan memotivasi Raisa bahwa pemasangan jarum infus akan terasa sakit tapi kalau Raisa tenang dan mengatur napas bisa mengurangi rasa sakit tersebut.  Good girl, Raisa sangat kooperatif ketika jarum infus menusuk pergelangan tangannya menembus nadi.  Persis seperti instruksi saya, dia menarik napas panjang dan menghembuskannya perlahan maka tak ada drama sama sekali, tak ada jeritan sakit atau pun air mata.

Satu jam berlalu, tetapi Raisa belum dipindahkan ke ruang rawat inap, menurut informasi hanya tersedia satu tempat saja di kelas tiga sementara ruang inap yang lebih layak sudah penuh.  Akhirnya Raisa dipindahkan ke ruang rawat inap, di sana sudah ada 9 anak dengan penyakit yang nyaris sama yaitu sakit perut, diare dan muntah.  Anak-anak yang dirawat didominasi oleh balita maka ruangan itu selalu riuh oleh suara tangisan serta rengekan balita.

Empat botol cairan infus sudah berpindah ke tubuh Raisa selama 30 jam di rawat di ruamah sakit.  Bersyukur karena Raisa langsung mendapat pertolongan sehingga tidak butuh waktu lama Raisa dapat pulih kembali.  Kondisi tubuh Raisa sudah lebih segar, tidak mengeluh sakit perut dan tidak muntah lagi  sehingga dokter yang memeriksanya mengijinkan Raisa pulang.

dini rs.jpg

Pelajaran penting yang saya dapat dari Raisa kali ini adalah kemampuannya menahan sakit, tidak mengeluh selalu tersenyum apapun keadaannya.  Yah, Raisa sudah menunjukkan ketabahan yang luar biasa dalam kondisi sakit di ruangan yang sangat tidak nyaman.  Selain itu, Raisa juga mengajarkan saya bagaimana mengeja makna sabar dalam perbuatan bukan sekedar ucapan atau tulisan.  Dialah bintang yang selalu cemerlang dan memijarkan cahayanya untuk kami orang tuanya.  Terima kasih sayang telah memberi pelajaran berharga untuk budamu ini.  Teruslah tersenyum menghadapai tantangan di masa depan.

#Tantangan10hari

#Day5

#Game level7

#KuliahBunsayIIp

Semua Anak Adalah Bintang Day4

Surabaya benar-benar terik hari ini setelah semalam diguyur hujan deras hingga subuh menjelang.  Yah, paling tidak semua jemuran berhasil mengering sempurna, saya paling suka aroma cucian yang baru kering.  Perpaduan aroma detergen dan sinar matahari seolah menjadi aroma terapi.  Tetapi pemandangan yang paling membahagiakan yaitu pucuk-pucuk bayam di kebun depan rumah tampak hijau segar siap dipetik.

Saya bergegas mengambil baskom plastik sebagai wadah daun bayam yang sudah dipetik.  Tanpa saya sadari, anak kecil berambut hitam sebahu terus menguntit.  Dia terus membuntuti dan turut serta memanen bayam.  Lihatlah, senyumnya mengembang menghiasi wajah bulatnya.  Matanya tak bisa menyembunyikan kegembiraan kala membelai daun bayam yang hijau segar.  Jari-jemarinya memilih pucuk-pucuk bayam lalu memetiknya penuh keriangan.

Bagi saya, melakukan aktivitas berdua bersama-sama dengan Raisa (putri bungsu) selalu menjadi saat paling menyenangkan.  Kami bisa belajar bersama dan saling menguatkan ikatan batin di antara kami berdua.  Kegiatan memanen bayam pun menjadi ajang untuk menyemai fitrah keimanan Raisa.  Berdialog tentang penciptaan bayam dan segala manfaat yang terkandung di dalamnya.  Yah… memetik bayam sambil terus berdzikir mengingat Allah sebagai Sang Khalik.  Kami saling mengingatkan bahwa Allah sangat berkuasa dan berkehendak untuk menciptakan segala sesuatu.  Bahkan Allah tak pernah lelah atau pun kehabisan ide untuk menciptakan segala rupa di dunia ini baik yang kelihatan maupun yang ghaib.

Masih dalam kegiatan yang sama,  Raisa tak pernah bosan bertanya tentang banyak hal.  Mengapa bayam baik untuk kesehatan?  Mengapa bayam berwarna hijau?  Mengapa bayam cepat tumbuhnya?  Dan masih banyak mengapa yang dia lontarkan.  Maka tak pelak memanen bayam pun mampu menumbuhkan fitrah belajarnya.

petiik bayam

Usai petik memetik bayam kini saatnya memasak.  Bayam bisa dimasak jadi sayur bening dengan campuran wortel, kacang panjang, labu atau gambas.  Selain itu, ditumis bersama kecambah kacang hijau atau direbus saja dimakan bersama sambal tomat atau sambal pecel juga sedap.  Well, kali ini saya dan asisten kecil saya Raisa akan memproses bayam menjadi sayur bening.  Raisa ikut membantu menyiangi bayam memisahkan daun bayam dengan tangkainya yang besar.  Dia juga mengupas bawang merah dan bawang putih.  Oiya bun, memasak bersama sang putri ternyata merupakan kegiatan yang bagus lho untuk menstimulasi fitrah seksualitas anak.  Anak-anak akan belajar tentang jenis kelaminnya dan apa tanggung jawabnya sebagai wanita.  Namun, bukan berarti laki-laki tidak boleh belajar memasak.  Yah, kita sama tahulah kalau di Indonesia memasak masih identik dengan pekerjaan wanita.  Berbeda dengan Negara-negara di Barat kalau pria juga harus bisa menyiapkan makan.

Alhamdulillah, sayur bening ala Raisa dan bunda sudah matang kini saatnya menyatap bersama keluarga tersayang.  Makan siang dengan menu sayur bening bayam, tempe goreng tepung dan ikan kembung goreng, hm yummy.  Waktu makan sepertinya juga jadi waktu bercerita bagi Raisa.  Bocah mungil itu terus saja berceloteh tentang kegiatannya memanen dan memasak bayam.  Sementara, ayah senantiasa jadi pendengar yang baik.

#Tantangan10hari

#Day4

#Gaelevel7

#KuliahBunsayIip

#Semuaanakbintang